9 Nov 2021, November 09, 2021 WIB
Last Updated 2021-11-09T18:54:01Z
HeadlineKebumen

Awas! Badai La Nina Picu Tingginya Curah Hujan

 


RADARKEBUMEN,COM, KEBUMEN-Hingga saat ini, belum ada laporan terjadi bencana alam yang menonjol di Kebumen. Namun demikian, seluruh pihak bersikap siaga.  Termasuk Polres Kebumen yang menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam Tahun 2021, Selasa (9/11).

Apel yang digelar di halaman Mapolres Kebumen, dihadiri Forkopimda serta para peserta apel yang terdiri dari Kodim 0709 Kebumen, Dishub, Satpol PP, BPBD, dan Senkom.


Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama dalam amanatnya mengungkapkan, apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam itu sebagai langkah kesiapan personel dan materiil di wilayah dalam mengantisipasi bencana alam.

"Berdasarkan informasi dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas 1 Semarang, prakiraan musim penghujan di wilayah Kabupaten Kebumen dimulai sejak awal Oktober 2021, disertai badai la nina yang menyebabkan peningkatan curah hujan 40 persen lebih tinggi dari biasanya," jelas AKBP Piter.


AKBP Piter menyampaikan, bencana alam merupakan masalah krusial yang sering terjadi di Indonesia, karena letaknya di Khatulistiwa dan beriklim tropis.


Hal ini membawa konsekuensi timbul cuaca ekstrem pada saat musim hujan seperti sekarang. 


Adanya apel kesiapan siagaan ini diharapkan dapat mengetahui sejauh mana persiapan dan kesiapan dalam menghadapi bencana alam, jika benar-benar terjadi di Kebumen. 


Mengingat secara topografi, Kebumen memiliki wilayah perbukitan, persawahan, hingga garis pantai yang memiliki potensi terjadinya bencana alam.


Tak luput, peralatan penanggulangan bencana alam pada kesempatan itu ditampilkan dan dilakukan pengecekan di hadapan peserta apel, seperti perahu karet, tali temali, pelampung, dan lain sebagainya.


Meski dilakukan apel gelar, AKBP Piter berharap Kabupaten Kebumen selalu kondusif tidak terjadi bencana, sehingga hanya sebagai persiapan saja.


AKBP Piter berpesan kepada Kapolsek jajaran untuk bergerak cepat jika di wilayahnya terjadi bencana untuk segera ditindaklanjuti. 


"Apabila terjadi situasi bencana alam di tingkat desa atau kecamatan, segera datangi TKP dan lakukan pertolongan korban serta laksanakan koordinasi awal dengan unsur Muspika," Imbau Kapolres kepada Kapolsek. 


Selain itu, Polsek juga harus menjaga stabilitas keamanan wilayah, mengingat dalam situasi bencana alam dimungkinkan terjadinya tindak kriminalitas oleh sejumlah oknum pelaku yang mencoba memanfaatkan situasi untuk berbuat kejahatan.


Sehingga, patroli dan pemantauan wilayah tetap harus menjadi prioritas dalam situasi apapun.(*)