9 Nov 2021, November 09, 2021 WIB
Last Updated 2021-11-09T17:40:15Z
Kebumen

Panen Melimpah, Petani Semakin Sumringah

 


RADARKEBUMEN.COM, KEBUMEN-Kabar baik datang dari para petani jagung di Kebumen. Pasalnya hasilnya panennya melimpah, harganya pun membawa berkah. Petani pun semaki sumringah. Inilah yang dirasakan oleh petani jagung di Wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Kebumen.


Musim panen kali ini terbilang cukup bagus, ini bila dibandingkan musim sebelumnya.  Jagung sendiri merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang cocok dibudidayakan dilahan pasir. Selain itu, tanaman jagung juga lebih mudah perawatanya, bila dibandingkan dengan tanaman lain seperti pepaya, melon, semangka serta berbagai jenis sayur mayur.


Bukan itu saja, selain sedikit membutuhkan air, tanaman jagung juga relatif sedikit membutuhkan pupuk kimia. Para Petani Pesisir Selatan Kebumen  memilih menggunakan pupuk kandang(organik) dalam budidaya jagung. Dipilihnya pupuk organik menurut beberapa petani karena membuat tanah lebih subur dan gembur. Selain itu juga membuat tanaman tumbuh dengan subur.


Muntingah(43) seorang petani jagung di Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren mengatakan tanaman yang subur membuat hasil panen melimpah. Itulah yang dirasakan oleh petani jagung di desa pesisir Selatan Kebumen saat ini. “Bagaimana tidak, musim panen kali ini terbilang cukup baik dibandingkan musim sebelumnya,” tuturnya, baru-baru ini.


Dijelaskannya, dalam satu kilogram bibit jagung yang ditanamnya dapat menghasilkan 5,4 kwintal jagung kering. Musim tanam  kali ini juga tebilang lebih mudah dalam perawatannya. Pasalnya curah hujan yang cukup membuat pertumbuhan tanaman jagung tambah subur.  “Mudah-mudahan perekonomian petani dapat selalu meningkat. Terlebih disaat pandemi seperti sekarang ini,” katanya didampingi petani lainnya, Yuni (30). 


Sementara itu, Parijo salah seorang pedagang jagung mengatakan harga beli jagung kering kini berkisar antara Rp 5.100 sampai Rp 5.300 rupiah perkilonya. Menurutnya, masa panen jagung kini tak ada jedanya. Hal ini karena masa tanam dari satu lahan dengan lahan lainya tidak bersamaan.


Masa tanam yang tidak bersamaan, membuat waktu panen berbeda pula. Disatu sisi hal ini mengutungkan yakni adanya ketersediaan jagung secara terus menerus. Hal inilah yang mungkin juga membuat harga stabil. (mam)