15 Feb 2022, February 15, 2022 WIB
Last Updated 2022-02-15T23:26:18Z
HeadlineKebumen

Belum Dibayar, Belasan Petinju Lapor Polres Kebumen

 


KEBUMEN - Kejuaraan Tinju yang digelar di lapangan Desa Rowokele, Sabtu (9/1/2022), berbuntut tak mengenakkan. Ini setelah dari pihak promotor gelaran tersebut "menghilang" tanpa memenuhi kewajibannya memberikan honor bagi para petinju dan pihak lain yang mendukung kegiatan tersebut.


Merasa haknya tak dipenuhi, belasan petinju pun melapor kepada Polres Kebumen, Senin (14/2/2022). Para petinju ini datang ke Polres Kebumen dengan didampingi Pelatih Tinju di Kodam III/Siliwangi Bandung Jawa Barat, Suburyanto Siregar


Kepada awak media, Suburyanto Siregar  menyampaikan ada setidaknya 14 petinju yang belum mendapatkan haknya dalam kejuaraan tinju di Desa Rowokele kemarin.

 "Sampai saat ini, beberapa pentinju baru dibayar Rp 200 hinggan Rp 500 ribu saja. “Saya langsung datang ke Kebumen, dan mendampingi mereka. Saya sangat kasihan sekali, para atlet diperlakukan seperti itu,” tutur salah satu Tokoh Tinju Profesional Indonesia tersebut.

Tak hanya petinju yang ditelantarkan, pihak promotor belum melunasi biaya hotel. Bukan itu saja beberapa tunggakan lainnya juga belum dibayar. Ini seperti sewa ring dan lima biaya ronde girl.   “Saya langsung datang ke Kebumen, dan mendampingi mereka. Saya sangat kasihan sekali, para atlet diperlakukan seperti itu,” tuturnya.


Masih ujar Suburyanto, mereka sudah berusaha menghubungi pihak promotor. Namun mereka berdalih uang dari Muspika Kebumen belum ditransfer. Para petinju pun menindaklanjutinya dengan menemui Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH.


Belakangan terungkap, dalih promotor soal uang belum ditransfer ini hanya omong kosong.  Dalam kejuaraan kemarin, Pemkab Kebumen hanya memberikan perijinan. Bahkan, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto sudah membantu pihak penyelenggara dengan dana pribadi.


“Urusan dengan bupati sebenarnya hanya soal ijin saja. Bahkan secara probadi, bupati juga membantu acara tersebut,” ujar Subur.


Suburyanto pun akhirnya memutuskan untuk melaporkan perihal tersebut kepada Polres Kebumen. Namun demikian sebelum melapor, pihaknya berserta dengan Tokoh Tinju Kebumen H Rohim dan beberaoa alet tinju, meminya arahan Bupati, Wakil Bupati dan Kapolres Kebumen  AKBP Piter Yanottama. “Karena ini sudah mencoreng Petinju Profesioal dan juga Kebumen. Bahkan sabuk kejuaraan pun ternyata sewa. Sabuk kembali diminta usai juara turun dari panggung,” ungkapnya.


Jika pihak promotor mau berbuat baik dan memenuhi hak-hak atlet tinju, maka persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Dimana pihaknya bekenan mencabut laporannya di Polres Kebumen. "Namun jika tidak maka proses hukum harus berlanjut," ucapnya. 


Sementara itu dari penelusuran Ekspres, promotor yang dimaksud telah menyampaikan kepada publik jika pihaknya telah disuruh bikin surat perjanjian harus bayar dua minggu kemudian. Pihaknya pun menegaskan jika tidak menipu. Bahkan pihaknya juga mengaku semua petinju Jawa Tengah itu sangat dikenalnya. Sebagian petinju juga sudah dibayar dengan cara dicicil. Pihaknya juga menyampaian dalam event tersebut menggunakan modal sendiri hingga Rp 88 juta. Bahkan sampai menjual mobil sedan.  (mam)